Thursday, September 2, 2010

The Power Of Hug

Hai,
Mana yang sedang anda rasakan saat ini:
A. Galau
B. Sedih
C. Bahagia
D. Marah
E. Kesal

Mungkin ketika ditanya secara langsung, anda akan lebih memilih bahagia, apalagi itu satu-satunya perasaan positif diantara pilihan yang lain.
Namun saat ini bukan berbagai perasaan itu yang ingin kita bicarakan.

Sebuah pelukan

Walter Anderson pernah mengatakan: (The Confidence Course, 1997):
If you're angry at a loved one, hug that person. And mean it. You may not want to hug - which is all the more reason to do so. It's hard to stay angry when someone shows they love you, and that's precisely what happens when we hug each other.

Sungguh kekuatan pada sebuah pelukan itu dapat memberikan kehangatan yang luar biasa, bahkan ketika kita sedang bahagi, kadang secara tidak sengaja kita memeluk teman kita sambil loncat kegirangan.

Kekuatan itulah yang membetuk sebuah kampanye yang bernama free hugs campaign.




Kadang ketika kita sedang bertengkar, sebuah janji-janji atau permintaan maaf tidak dapat kita masukkan ke dalam hati begitu saja, kalimat-kalimat penenang bahkan belum tentu manjur, disaat itulah, pelukan mampu membuat kita tenang.


Selamat berpelukan :)

Bribes

As I guessed, I was left to sleep! ouch.
It feels so upset.
But tickled too, I know, he fallen asleep, but instead I was just waiting, now whose fault?
We were wrong.
I've succumb, say hello first, but in the middle, I brought it back, hha, luckily he apologizes.
I'm not angry, but I'm reluctant to forgive him.
Then he asked, 'So how u can forgive me, i'll give u bribes, what do u want? "
Well, of course I was so entertained, I actually want to answer "U can buy me kwetiaw medan and kietna ice. " but before I'd answer it, he's already preparing another bribe.
What would he give? let's wait for the next story.


In the morning

It's time for dawn, I supposed to be asleep before 11 pm, but I am waiting for my husband (well, since when I get married?), no, I wait for someone to chat via YM.
We started smoothly, but when he call me after finished praying, my brain was not connected.
Until he calls the second, I realized, "hey! He was on the telephone. Wake up!" When I try to connect my brain to help me speak clearly, the process just long enough ...you could say ,finally misunderstandings.

After the line was dead, he didn't return calls, my sms, chat, even my phone, he wasn't answered.

My feeling is mixed:
1. Upset, because he misunderstanding. And I hate when he suddenly disappeared without notice, and it often! Especially if it turns out just be left to sleep.
2. Sadly, it turns out! if indeed I was left to sleep so fast, it's so sad, why did he repeat his habits, but if this is intentional and if this was deliberate, I became increasingly unhappy and maybe going mad.
3. Sorry, I regret not using that time for good conversation, it's just my thoughts everywhere, so I'm not nice to talk to. In fact, if he would be patient a little while, I'll start to talk more comfortably.
4. Hubbub, hubbub, hubbub, hubbub. I can not sleep, I waited for him, but no response? And?


Among the outpouring of my heart this morning.


Wednesday, September 1, 2010

Sweet Supposition

If there was 50 days in a month, maybe it's really tiring. If one month only 20 days may be easier through the day.

If I entered favorite junior high, maybe now I've been study abroad or at least into medicine or engineering.

If I didn't know, i couldn't want you.

If I was born from the very rich family, I don't have to worry about money, don't have to save up for anything, maybe I've become popular.

But that's just a supposition? we don't really feel.

Is it true that when one month becomes faster would be more profitable?

If I study medical then I become successful?

If I was born into a very rich fam, would I still get a college education and a job? Or would I simply depend on my fam money? being popular by my fam money? Is that what I want?

Nothing is certain of a supposition.

Dreaming and hoping it would be permissible, but don't we dissolve into a dream, don't know which is real and what is not.

We live and we're real then, Live the life with full consciousness, even though sometimes it is difficult to accept, but that's a real life:)



See you in dreamland:) Happy September :)

Tuesday, August 31, 2010

Testimony

Last night, we trying to introspection each other, what positive things are good, which should be maintained and improved, of course, also accompanied with negative things, which is have to reduced as much as possible, even better if it could be changed.

I was nervous, I'm sure a lot of harm rather than good, especially this is my friend's idea. But it wasn't like i expected, not so much, but i think it does, he may just afraid that if later I was angry or sad, hhe. While i try to complete as possible, preparation in case if i had a lot of reprehensible, hha.

Next day, my other friend asked about the excess of my friend last night, what benefits I get from him, indeed, he was able to guide me. You could say he's kind of my personal spiritual teacher, hha.

Thank ya :)

No need to wait the new year to write a resolution, start from now.
Do not tell me you are not ready, because no man is really ready.

Sunday, August 29, 2010

Nikmatnya kesedihan

Terkadang ada kalanya kita merasa galau di malam yang sepi di dalam kamar sendirian ditemani lagu-lagu melow. Hal-hal seperti itu tidak sepenuhnya sebuah kebetulan, tetapi yang terjadi adalah walaupun sedih, kita sangat menikmati kesedihan itu. Nyatanya kita bertahan dalam kesedihan dengan ditemani berbagai fasilitas yang membuat keadaan semakin nampak murung ketimbang meninggalkan kesedihan itu sendiri.

Ketika kita sedih kita berusaha mencari seseorang untuk bisa merasakan kesedihan kita, betapa nikmatnya kesedihan itu sampai-sampai kita ingin berbagi kepada yang lain.


"Hi! Look at me! I am the most miserable man in the world! I am the stupidest woman! It's really sad! And you don't know what it feels like, no one can understand my feelings.."


Bangganya ketika kita menjadi yang ter, dengan lantang kita merasa yang paling. Saya yakin banyak yang merasakannya, dan mungkin beberapa dari kalian lumayan tersindir atau sedang mengangguk-angguk atau tertawa kecil ketika membaca ini.

"Problems will come, many people who suffer more, let's move and heal the pain in our hearts! :) "

Girl's talk part I ( bracket/beghel/kawat gigi )

Sekitar lima tahun yang lalu saya menggunakan beghel pertama kalinya di gigi saya.
Tujuan penggunaannya tentu bukan sebagai perhiasan gigi atau salah satu bagian dari fashion, tetapi karena memang gigi saya cukup bermasalah, ketika di ronsen semakin terlihat bermasalah.
Saat itu saya baru masuk SMA, tepat setahun saya ke Dr.Gigi saya untuk pelepasan beghel, Dokter mencoba mengingatkan saya untuk bersabar dulu, karena hasilnya belum baik, saya tidak mau tahu, sudah setahun dan saya tidak mau menggunakannya lagi.

Kenapa?
Jawabnya simple, karena saya tidak percaya diri.
Suatu ketika beberapa teman lelaki saya di sekolah selalu berbicara dengan saya dengan bibir sengaja dimaju-majukan atau sekedar mengejek gigi saya.
Sebenarnya itu cuma ejek-ejekan ringan ala anak sekolahan, tetapi ternyata pribadi saya saat itu tidak kebal terhadap kejenakaan mereka, saya menunggu tepat setahun untuk cepat-cepat melepas beghel saya.

Lalu apa yang terjadi?
Keesokan harinya teman saya berkata, loh kamu copot? kok gak ada bedanya ya ternyata sambil tertawa, kesal sekali rasanya. Pulang-pulang saya menangis menceritakan ke ibu saya, hha.

Sekitar dua tahun kemudian saya bertemu teman-teman saya lama, teman main tetapi bukan teman satu sekolah, dan mereka menyayangkan saya melepas kawat saya, mereka bilang better dengan kawat.

Sekarang, tepatnya 29 Agustus 2010, seseorang berkata, ada yang aneh dengan diri saya, oh ternyata gigi saya, kenapa tidak di kawat? Saya jawab, ya dulu pernah sekarang mau pasang lagi ngerasa nggak pantas. Lalu, dia bilang, wanita berbeghel itu menarik. So?

Hai para lelaki, ada apa dengan kalian? Saya berbeghel komplain, tidak berbeghel komplain juga, maunya gimana? Situ punya duit buat pasang copot kawat di gigi saya?


Tips untuk para lelaki dalam menghadapi tipe-tipe wanita minderan atau bahkan terhadap wanita yang sepertinya cuek sekalipun:

Jangan kalian mengkritik fisik perempuan, ini berbeda dengan pakaian yang kalau memang norak kalian bisa komplain untuk ganti, ini fisik, bawaan dari lahir, walaupun mungkin bisa disembuhkan atau dimanipulasi dengan alat bantu, jangan deh mengkritik fisik wanita, fisik teman Anda sekalipun, baik laki-laki maupun perempuan. OK?

Ini tidak hanya masalah perasaan saja, terkadang hal seperti ini akhirnya mempunyai dampak yang meluas bahkan masif.

Contoh seperti saya, ketika SMA saya tidak tahan dikritik, akhirnya saya melepas kawat yang harganya saat itu relatif mahal, secara tidak langsung Anda mendorong seseorang untuk membuang uang secara percuma tanpa mendapatkan manfaatnya.

Selain itu, dengan segala kritikan pria, seorang wanita terkadang tidak mencintai dirinya sendiri apa adanya. Mulai dari operasi plastik, sedot lemak, dll. Kasihan nanti.

Bahkan untuk beberapa wanita mereka memilih untuk menyelesaikan hidupnya hanya karena kritikan seorang teman yang mungkin sebenarnya hanya bercanda.

Dan beberapa dampak buruk lain yang tidak kalian duga.


Berkacalah sebelum anda menjadi kaca bagi orang lain :)

Selamat hari Minggu