Showing posts with label Poems. Show all posts
Showing posts with label Poems. Show all posts

Tuesday, October 19, 2010

Terimalah Jam Ini


Sama halnya waktu, kadang terasa sangat cepat berlalu atau kadang terasa begitu lambat

Dan kadang waktu terasa berjalan normal seperti biasanya

Sama halnya dengan jam ini, kamu boleh memakainya di kanan atau di kirimu

Kamulah yang paling tahu dimana posisi paling nyamannya

Seperti jam ini, suatu waktu kamu lupa menggunakannya,

atau sengaja tidak ingin menggunakannya

Entah karena bosan dengan jam yang itu-itu saja,

atau begitu harganya jam itu sehingga kamu takut menggunakannya.

Kamu takut suatu waktu jam itu hilang ketika kamu sedang luput

atau rusak karena ulah keteledoranmu sendiri

Dan lagi-lagi sama seperti jam ini,

Terkadang kamu tidak menggunakan fungsinya dengan baik,

atau malah kamu selalu melihat ke arah tanganmu

Selalu memandangi jam itu setiap saat berulang kali

Dan itulah cerita cinta kita tiap waktunya

Gunakan, rawat dan cintai

Terimalah jam ini

Friday, October 15, 2010

Hujan Kali Ini

Saat ini aku merenung
Ditemani hujan yang setia membasahi kotaku
Teringat akan dirimu
Yang selalu setia menungguku
Layaknya sang hujan,
tak henti-hentinya hujan turun dan tak henti-hentinya kau mempertahankanku
Hai lihatlah, hujan adalah sebuah anugrah tetapi bencana pun bisa terjadi
Sama halnya dengan keteguhan hatimu
Kesetiaan yang kau umbar telah membawa derita bagi orang-orang sekitarmu
Orangtuamu, orangtuanya, orangtuaku
Kamu, dia dan juga aku
Kau dan aku bukanlah siapa-siapa
Kau dan aku tak terikat janji
Kau bagikan kilat yang menyambar-nyambar di antara langit mendung dan derasnya hujan
Kami disini merintih sedih sambil bermandikan hujan
Dan kau takkan tahu berapa banyak air mata yang keluar diantara derasnya hujan ini
Kami percaya
Oh sungguh kami percaya
Kami adalah hujan dan kau pun hujan
Hujan pun akan reda, sedih yang kami lalui akan kembali ceria
Begitu pula denganmu
Kami temanmu,
Kami juga sepertimu
Percayalah pada hujan dan redakanlah emosimu

Friday, October 1, 2010

Dua Puluh

Dua Puluh
Dua puluh hari lagi menuju ke angka dua puluh
Dua puluh lelaki sudah kulalui lebih cepat daripada kelahiranku
Dua puluh hari lagi dan aku cemas
Apakah benar
Kau yang ke dua puluh akan datang dan merusak tahun ke dua puluh ku
Kau yang ke dua puluh yang sudah terlewati dan kau yang ke dua puluh yang mencoba melewati angka dua puluh ku
Hei dua puluh, bahkan aku sudah lebih dari dua puluh kali mencoba membuatmu mengerti
Malah kau selalu menggerutu, berfantasi dengan segala hal-hal yang tidak seperti adanya
Balas dendam? Di hari yang seharusnya aku senang?
Apakah hari itu aku akan senang? Jika tidak, apakah kamu akan pergi?
Ah itu hanya gertakan-gertakanmu dan lebih dari dua puluh kali kau mengancamku
Setelah dua puluh bulan yang kita jalani dulu
Kau dua puluh sudah membuatku lelah tak berdaya namun kini kubangkit
Kau dua puluh yang telah menyadarkanku mengenai dua puluh kalinya aku menjalani hubungan
Dua puluh kalinya hubungan itu tidak berjalan mulus
Dua puluh kalinya aku mendengar amarah, kecewa, kesedihan, bahkan sebuah kebahagian
Hei dua puluh, hari sudah berlalu
Lebih dari dua puluh alasan yang membuat kita berpisah
Dua puluh pun berlalu dan aku tak peduli
Sama seperti umur
Aku melewati dua puluh hanya sekali
Dan aku melewati kau yang ke dua puluh cukup hanya sekali ini saja
Selamat tinggal dua puluh

Sunday, September 26, 2010

Poetry: Pijakan

Pijakan

Kemilaunya menyilaukan kegalauan

Gundah gulana dalam sebuah parau

Cantik

Sungguh cantik hingga di titik yang tak nampak tanpa sebuah kerak

Kegelapan tak bisa menutupi keindahannya

Dia bukan si gadis korek api juga bukan seorang malaikat yang terbentuk oleh cahaya

Auranya mampu menerangi sampai ke dalam sumur penuh nista

Perasaanya tidak dapat sepenuhnya dimengerti, tetapi dapat dirasakan dengan penuh khidmat

Hangat

Nyaman

Peluklah dia peluklah dia

Peluru tak sanggup menerjangnya, terlunglai lemas jatuh ke tanah

Dustamu akan menangis meraung-raung berkata jujur

Dialah orang yang kau cintai

Aromanya berbaur dengan bumi

Tersenyum manis di dalam sana