Showing posts with label Movies. Show all posts
Showing posts with label Movies. Show all posts

Friday, October 22, 2010

Eat, Pray, Love


Film yang diadaptasi dari buku Eat, Pray, Love sebuah kisah nyata memoar Elizabeth Gilbert (Julia Robert) dalam perjalanan mengisi kekosongan yang terjadi dalam hidupnya dan merupakan sebuah masalah besar baginya, Liz mengeluh tak ada lagi hasrat dan gairah akan hidupnya.

Berawal dari pernikahannya dengan Stephen. Dalam sebuah perjalanan pulang, Liz bercerita dengan semangat mengenai hal-hal yang ia inginkan, dan ketika Stephen (Billy Crudub) menceritakan tentang keinginannya sekolah lagi ada sebuah kejanggalan dalam hati Liz.

Dalam sebuah malam, Liz memandangi suaminya, lalu ia mulai merasakan kegusaran, apakah ini yang selalu diidamkannya selama ini, pernikahan yang sudah terjalin selama 10 tahun. Menelusuri lebih dalam hatinya, adakah sebuah kebahagiaan di dalamnya. Lalu Liz mencoba untuk berdoa kepada Tuhan dan akhirnya sepasang suami istri tersebut memang mempunyai hal yang selama ini menjadi masalah, ketika mereka ingin berkata tidak dan itu hanya terpendam. Seketika Liz mengetahui hal tersebut dan ia memutuskan bercerai dengan suaminya.

Perceraian tidak berjalan semulus itu, Stephen tidak menginginkan sebuah perceraian. Dalam perdebatannya Stephen menunjukkan betapa ia mencintai Liz dan tidak ingin bercerai, bagaimana Stephen berusaha menjadi apa yang diidamkan Liz. Namun kenyataannya, Liz lah yang tidak mengerti apa yang diinginkan suaminya, bahkan untuk dirinya sendiri Liz tidak mengerti. Sakit hati, tentu sakit hati yang mendalam bagi Stephen, namun akhirnya Stephen menyetujui perceraian tersebut, dan entah mengapa Liz tidak merasakan keputusan yang telah di'iyakan' oleh Stephen membawa kebahagiaan atau kesedihan.

Dalam proses perceraiannya, Liz bertemu dengan seorang pria bernama David (James Franco), seorang aktor muda yang sempat membawakan cerita Liz. Kisah cinta mereka cukup cepat, David yang berumur 23th itu mempunyai semangat, dan idealis yang cukup tinggi. Lagi-lagi Liz merasakan ada sebuah kejanggalan dalam hubungannya, kehampaan mulai terjadi. Hubungan yang berawal dengan sebuah kemesraan lambat laun mengalami sebuah masa penurunan. Liz memutuskan untuk pergi. Layaknya Stephen, David pun mencoba untuk tidak lepas. Mereka mempunyai masalah, mereka takut, dan mereka memilih untuk tetap bertahan untuk menderita bersama. Itulah pilihannya, dan Liz tidak bisa.

Setelah semua itu terjadi Liz menyadari dirinyalah yang bermasalah. Dan mulailah dia melakukan perjalanan menuju Roma - India - Bali.

Di Roma ia ingin mengembalikan lagi selera makannya, ia ingin bersenang-senang. Disitu Liz bertemu dengan Sofi (Tuva Novotny) seorang perantau dari Swis. Dari Sofilah ia mempelajari bahasa Italia melalui Giovanni (Luca Argentero), pacar Sofi. Mereka berkuliner bersama, menikmati setiap makanan khas di Roma. Pizza, spaghetti. "Happy for doing nothing" adalah sebuah nuansa yang diberikan oleh teman-teman Liz. Hidup bahagia bersama orang tercinta. Roma telah membangkitkan gairah makannya, tetapi tidak untuk hatinya. Masih saja Liz merasakan sebuah kekosongan.

India. Liz berencana untuk bertemu dengan guru David. Ia berusaha bermeditasi, namun ternyata hal itu tidak mudah, ia tidak dapat mengosongkan pikirannya. Hatinya masih bermasalah. Disitulah ia bertemu Richard (Richard Jenkins) pria separuh baya dari Texas yang mencoba memaafkan kehidupan masa lampaunya. Liz berusaha mencari sebuah kedamaian, melakukan meditasi, beribadah, dan melihat sebuah pernikahan dini seorang remaja India yang dijodohkan. Pengalamannya membuat Liz akhirnya mencapai sebuah ketenangan. Mengetahui Richard pernah mengalami hal yang sama buruknya dengan Liz, bahkan mungkin lebih buruk, semakin membuat hati Liz mulai tergerak.

Akhirnya Liz kembali ke Bali, mengikuti sebuah petunjuk dari Ketut Liyer (Habi Subiyanto) beberapa tahun yang lalu. Di Bali Liz mempelajari mengenai keseimbangan dalam hidupnya, Ketut hanya meminta Liz melanjutkan meditasi yang dipelajari di India setiap pagi, selanjutnya Liz harus menikmati Bali, memberi waktu untuk dirinya bersenang-senang, dan melanjutkannya dengan meditasi senyum, senyum dari pikiran, hati, jiwa dan raga. Di Bali, Liz bertemu dengan Wayan (Christine Hakim) seorang single mother yang bekerja untuk mengobati orang secara tradisional. Melihat Wayan dan anaknya, Liz terketuk untuk membantu secara finansial dengan mengajak teman-temannya menyumbangkan, hingga terkumpullah $18000. Selain itu Liz bertemu dengan new lovernya yaitu Felipe (Javier Bardem), seorang single father dari Brazil yang sangat menyayangi anak-anaknya. Sama halnya dengan Liz, Felipe mengalami sebuah kegagalan dalam pernikahannya, dan telah melewati masa itu selama 10 tahun hingga akhirnya hati Felipe terbuka untuk Liz. Sayangnya Liz masih meragukan hal tersebut hingga di akhir ketika Liz memutuskan untuk pulang, Ketut berkata "To lose balance sometimes for love is part of living a balanced life." barulah ia sadar ia mencintai Felipe dan menerimanya.

Film ini disutradarai oleh Ryan Murphy dan Dede Gardner sebagai Produser. Bukunya menjadi New York Times best Seller selama 187 minggu. Sayangnya tidak sebagus bukunya, film Eat, Pray, Love tidak mendapatkan sambutan yang hebat terutama kritik terhadap para pemain yang dianggap tidak bisa menjadi bagian dari kisah Elizabeth Gilbert.

My Personal Review:
Saya belum membaca bukunya, sehingga tidak bisa membandingkan pencitraan yang ingin disampaikan dari bukunya hingga menjadi sebuah film. Selama dua setengah jam duduk menontonnya memang lumayan menjenuhkan, datar. Konflik yang digambarkan memang tidak wah sehingga membuat bosan. Beberapa pemeran pria di setiap negara yang dikunjungi Liz memberikan sebuah interpretasi yang sama, hampir semua menunjukkan sebuah keintiman yang sebenarnya bukan itu yang ingin disampaikan. Saya mengagumi Julia Robert, namun saya lebih menyukai ketika ia berperan sebagai gadis yang sangat riang. Salah satu hal yang membuat saya bertahan untuk menontonnya adalah Bali dan salut untuk para pemain Indonesia :)

Similar Movies:
Sex and the city

Sunday, October 17, 2010

Annie



Annie (Aileen Quiin) adalah seorang gadis kecil yatim piatu, ia 'disewa' untuk menjalani satu minggu di rumah orang terkaya di wallstreet. Annie merupakan seorang gadis periang. Baru beberapa hari di rumah besar itu, semua karyawan sudah menyukai bahkan mencintainya. Hingga akhirnya Mr. Warbucks (Albert Finney) datang dan meminta Annie dipulangkan karena ia menginginkan seorang anak laki-laki. Apalagi Mr. Warbucks hanya membutuhkan anak yatim piatu untuk mengangkat citra positifnya di media. Hingga akhirnya Miss Grace Farrel (Ann Reinking) memohon untuk membiarkan Annie tetapi disana selama satu minggu.

Awalnya Mr.Warbucks tidak begitu tertarik dengan Annie dan anjingnya. Sampai permainan kata yang diucapkan dan reaksi Annie mampu membuat Mr.Warbucks mengikutinya. Hal itu mulai benar-benar terlihat ketika Annie, Miss Grace dan Mr. Warbucks menonton bioskop. Pagi harinya, Miss Grace menawarkan untuk mengadopsi Annie. Sebelumnya Mr. Warbucks menolaknya, namun untuk Grace ia lakukan.

Saat Mr.Warbucks ingin membicarakan soal adobsi itu ke Annie, Annie menolak dengan polos dan halus, Annie masih menunggu dan berharap orangtuanya akan datang. Akhirnya Mr. Warbucks membantu membuat sayembara untuk menemukan orangtua Annie dan memberikan hadiah sebesar $50.000

Lebih dari 800 pasangan mengaku sebagai orangtua Annie. Tak tega melihat antrian yang panjang itu Mr. Warbucks mengajak Annie bertemu dengan Presiden Roosevelt
(Edward Herrmann). Mr. Warbucks sebagai seorang republikan sinis terhadap Presiden, Presiden mengajak Mr Warbucks yang kaya raya itu untuk membantu proyek penyelamatan orang-orang kecil, berkat bantuan Annie akhirnya Mr Warbucks menyetujuinya.

Rooster
(Tim Curry), adik dari Miss Hannigan, mengetahui sayembara tersebut, bersama dengan pasangannya Lily (Bernadette Peters) ia meminta bantuan Miss Hannigan (Carol Burnett) untuk mengetahui hal-hal yang dapat meyakinkan bahwa mereka orangtua Annie, salah satunya adalah potongan liontin yang dimiliki Annie. Orangtua Annie sebenarnya sudah meninggal akibat kecelakaan kebakaran. Untungnya ide itu didengar oleh teman-teman Annie di panti asuhan.

Sayangnya Annie sudah di tangan mereka bertiga, teman-teman panti asuhan yang sempat terkurung itu telah berlari jauh mencari rumah Mr. Warbucks dan hampir menyerah hingga akhirnya mereka menemukan anjing Annie dan membawa mereka ke rumah Mr. Warbucks.

Annie yang pemberani berdalih ingin buang air dan berusaha kabur sambil merebut cek yang dibawa Miss Hannigan. Ketika hampir tertangkap, Annie menyobe-nyobek cek tersebut hingga membuat Rooster marah dan berkata ingin membunuhnya. Miss Hannigan yang mendengarnya tahu kalau Rooster tidak main-main. Miss Hannigan berusaha menarik Rooster untuk tidak membunuh Annie, ternyata Miss Hannigan yang pemabuk dan antagonis itu tetaplah seorang pemilik panti asuhan yang tidak tega jika anak kecil harus terbunuh. Namun Miss Hannigan tidak cukup kuat untuk menahan Rooster.

Rooster berkejar-kejaran dengan Annie di sebuah jembatan, hingga sampai di puncaknya Anni sudah mulai ketakutan. Untungnya Punjab
(Geoffrey Holder), bodyguard Mr.Warbucks yang juga penganut Budha itu datang menyelamatkan Annie. Pada akhirnya Rooster pun ditangkap polisi beserta Lilly. Sedangkan Miss Hannigan tertawa bahagia sambil melirik ke arah Punjab di pesta yang dipenuhi sirkus dan akrobat yang diadakan oleh Mr Warbucks dalam menyambut Annie sebagai anaknya.

Annie adalah film drama musikal tahun 1982 yang diproduseri oleh Ray Stark dan disutradarai oleh John Huston serta dibantu Arlene Phillips sebagai koreografer. Diadaptasi dari drama musikal tahun 1977. Penggarapan film ini berlangsung selama 6 minggu.

My Personal Review:

Tarian-tariannya sangat indah, banyak unsur tap dancenya, saya tidak begitu mengerti jenis tarian, tapi enerjik dan mempesona! Musik yang hebat dan suara yang enak didengar, terutama Annie. Banyak lagu-lagu yang tidak asing terutama "tomorrow". Terdapat unsur drama komedinya dan kekeluargaan. Satu hal yang menarik menurut saya adalah adegan dimana Mr.Warbucks dan Annie berada di siaran radio secara langsung, ditunjukkan bagaimana radio jaman dulu dan tipuan-tipuan di dalamnya serta kekocakan Mr. Warbucks disana. Konflik yang dihadirkan memang tidak begitu wah, cukup datar dan mudah ditebak, tetapi film ini enak untuk ditonton.

Award(Wikipedia):

Won

  • Young Artist Award 1981–1982
    • Best Young Motion Picture Actress - Aileen Quinn
  • Razzie Awards
    • Worst Supporting Actress - Aileen Quinn

Nominated

  • Academy Awards
    • Best Art Direction-Set Decoration -Dale Hennesy and Marvin March
    • Best Music, Original Song Score and Its Adaptation or Best Adaptation Score - Ralph Burns
  • Young Artist Award 1981–1982
    • Best Young Supporting Actress in a Motion Picture—Toni Ann Gisondi
  • Hollywood Foreign Press Associaton
    • Best Actress, Musical/Comedy - Carol Burnett
    • Best Actress, Musical/Comedy - Aileen Quinn
    • Best New Artist of the Year, Female - Aileen Quinn
  • Razzie Award for 1982
    • Worst Picture
    • Worst Screenplay
    • Worst Director - John Huston
    • Worst New Star - Aileen Quinn
Similar Movies:
Big Fellas, Heidi, Bright Eyes, Oliver!