Ayah..Aku menahan tangis. Fotonya buram ayah..
Tapi aku masih bisa jelas melihat. Hangat.. rangkulan itu..
Kudengar, aku hanya mendengar, sekumpulan cerita karyamu yang sedikit diracik bersama dongeng bunda.
Ayah..
Aku masih menahan tangis.. Hatiku satu ayah..
Terkenang, aku terkenang..
Kisah tragis itu.. Sungguh bengis hati ini, hatiku yang satu ini ayah..
Ayah..
Maaf aku hampir menangis.. Aku tidak boleh terdiam, terpejam kusebentar menghindari foto itu.
2009..Dimana aku?
Mungkin aku sedang bersenang-senang, jatuh cinta dan bahagia? Bermanja-manja pula mungkin.
Dimana ayah?
Mungkin ayah sedang bersenang-senang, jatuh cinta dan bahagia? Bermanja-manja pula mungkin.
Ayah..
Cerita yang aneh ayah.. Tidak ada alasan yang pas selain cintamu itu ayah.. Mungkinkah.. Terlalu.. Hingga ayah merasakan hal yang keterlaluan.. Setidaknya itulah rasa yang kudapat dari ceritamu ayah..
Ayahku yang pintar dan penyayang, rela menghabiskan hidupnya demi karir dan cinta. Benarkah itu ayah? Hingga kau dibuat luput.. Sebuah pembahasaan langsung dari yang Maha Kuasa.. Tak cukupkah itu ayah..
Atau.. Kau tak pernah terima dengan hal itu.. hingga kau coba bertahan. Cintakah kau ayah? Terlalu..
Aku menangis kini ayah..
Tak sanggup kumelihatnya lagi..
Tolonglah ayah..
Bantulah aku.. Bantulah dirimu..
Monday, August 29, 2011
Friday, August 19, 2011
Doa sebelum tidur
Kami hanya ingin tidur saja. Menikmati kemalasan yang berlimpah ruah. Penuh syukur. Nyaman, semuanya serba berkecukupan, tak ada berlebih tak ada kurang. Penuh syukur. Disela-sela kami terbangun untuk saling menjaga. Penuh syukur. Sambil memanjatkan puji-pujian karunia Tuhan, memandang indahnya hidup. Ah... Penuh syukur.
Kami belum makan. Kami tidur. Sebentar terbangun dan bekerja. Sebentar istirahat dan tertidur. Sebentar-sebentar kami tersenyum-senyum dan tertawa. Sebentar-sebentar kami merenung menghela nafas. Penuh syukur.
Kami bangun,bangun untuk kembali tidur.
Ya Allah. Ya Allah. Syukur kami..Monday, August 15, 2011
Tamat
Aku kira kamu bisa, ternyata aku salah. Cintaku cintamu cinta kita tak ada yang sama. Tak ada yang sehati. Tak ada yang satu pikiran. Kekuatanku, kekuatanmu, untukku, untukmu. Tak pernah kamu kuat. Terhadap cinta kita, terhadap hati kita, terhadap niat kita. Bersama, dengan sebaik-baiknya. Ucapanmu. Yang ingin kudengar semua salah. Kepintaranmu hangus terurai tak bermakna selain menjadi sampah yang tak mampu didaur ulang.
Tidak. Anakku, anakku tak kan kuperbolehkan bersamamu. Bersama ayah yang munafik, pendusta, pengkhianat. Hinalah kita, hubungan kita, janjiku, kata-kata manisku, keyakinanku, kepercayaanku. Telah kau rebus bersama dengan keegoisanmu. Berhenti. Berhenti. Selesai. Tamat.
Sunday, August 14, 2011
Negeri
Aku menunggu.. sebuah peperangan.. sejarah panjang manusia telah tercipta.. ada yang di surga, neraka, hidup kembali, selesai, atau sebagian menjadi sebuah misteri yang disengaja.
Kalau memang, kalau memang,
Imanku..
Imanku..
Oh imanku..
Negeriku..
Oh negeriku..
Indonesia..
Maha mahaku, lindungilah kegoyahan hatiku..
Maha mahaku, jagalah kekuatan batinku..
Maha mahaku, perisaikan lemahnya sanubari..
Negeriku..
Negeriku..
Tak patut.
Kalau memang, kalau memang,
Imanku..
Imanku..
Oh imanku..
Negeriku..
Oh negeriku..
Indonesia..
Maha mahaku, lindungilah kegoyahan hatiku..
Maha mahaku, jagalah kekuatan batinku..
Maha mahaku, perisaikan lemahnya sanubari..
Negeriku..
Negeriku..
Tak patut.
Friday, August 12, 2011
Kayla
Aduuuuuuh...
Si kecil ini, si kecil yang sebentar lagi menjadi kakak. Pengalaman pertamanya. Kay. Kay. Kay.
Nama itu, sering sekali disebutkan di dalam kelas dengan berbagai intonasi dan ekspresi. Baik oleh teman-teman juga guru.
Kay, si kecil yang membuatku mulai merasa nyaman dengan hari pertamaku.
Aaah.. Lucunya dia!
Tiap membawa snack, selalu dia tawarkan kemana-mana. "Ini buat anak-anak." . "Ternyata anak-anak suka ya."
Lucu lucu lucu! Ya anak-anak. Tentu anak-anak :)
Heboh memang. Suka kesana kemari, tetapi dia termasuk anak yang kuat meski kadang bandel, dan bandel yang disengaja. Mungkin, dia sedang mencari perhatian ya. Katanya, hal-hal seperti itu sering terjadi pada anak-anak yang ibunya sedang hamil.
Ohya, Kay, empat tahun. Tariannya, melayang lembut ikhlas pada dirinya yang sedang menari tanpa iringan musik. Manis polos.
Teringat salah seorang temannya berkata, "Miss, when you were a child like me, what are you doing?"
hmmm.. Speechless. Yah finally i answered, just like you. (pretend)
Si kecil ini, si kecil yang sebentar lagi menjadi kakak. Pengalaman pertamanya. Kay. Kay. Kay.
Nama itu, sering sekali disebutkan di dalam kelas dengan berbagai intonasi dan ekspresi. Baik oleh teman-teman juga guru.
Kay, si kecil yang membuatku mulai merasa nyaman dengan hari pertamaku.
Aaah.. Lucunya dia!
Tiap membawa snack, selalu dia tawarkan kemana-mana. "Ini buat anak-anak." . "Ternyata anak-anak suka ya."
Lucu lucu lucu! Ya anak-anak. Tentu anak-anak :)
Heboh memang. Suka kesana kemari, tetapi dia termasuk anak yang kuat meski kadang bandel, dan bandel yang disengaja. Mungkin, dia sedang mencari perhatian ya. Katanya, hal-hal seperti itu sering terjadi pada anak-anak yang ibunya sedang hamil.
Ohya, Kay, empat tahun. Tariannya, melayang lembut ikhlas pada dirinya yang sedang menari tanpa iringan musik. Manis polos.
Teringat salah seorang temannya berkata, "Miss, when you were a child like me, what are you doing?"
hmmm.. Speechless. Yah finally i answered, just like you. (pretend)
Sunday, August 7, 2011
Nyaiku
Tak kusangka aku menemukan nyai ontosoroh.
Banggalah para anak manusia, memiliki mulut untuk memaki.
Banggalah para anak manusia, memiliki hati untuk mendengki.
Bersarang dalam benak sebuah perendahan terhadapnya, orang yang tak kukenal.
Siapa yang sebenarnya rendah?
Banggalah para anak manusia, memiliki mulut untuk memaki.
Banggalah para anak manusia, memiliki hati untuk mendengki.
Bersarang dalam benak sebuah perendahan terhadapnya, orang yang tak kukenal.
Siapa yang sebenarnya rendah?
Saturday, August 6, 2011
Bebas Pendidikan
tak ada guna sungguh bersekolah tinggi,
tak ada guna sungguh bersekolah tinggi,
tak pernah ada semangat sungguh
tak pernah ada.
tak sanggup menerima wawasan
tak sanggup membuka pengetahuan baru
tak ada guna sungguh bersekolah tinggi,
tak ada guna sungguh bersekolah tinggi,
tak pernah ada semangat sungguh
tak pernah ada
Sungguh ilmumu, waktumu, sesal.
Hidupmu tak berpendidikan.
tak ada guna sungguh bersekolah tinggi,
tak pernah ada semangat sungguh
tak pernah ada.
tak sanggup menerima wawasan
tak sanggup membuka pengetahuan baru
tak ada guna sungguh bersekolah tinggi,
tak ada guna sungguh bersekolah tinggi,
tak pernah ada semangat sungguh
tak pernah ada
Sungguh ilmumu, waktumu, sesal.
Hidupmu tak berpendidikan.
Subscribe to:
Comments (Atom)