Saturday, March 12, 2011

cimut awake!

Pussss,
Kok gendut ya untuk kucing yang tidak dirawat, waw,
Ooh! Ada lagi coklat mirip cimut!
-random-
Published with Blogger-droid v1.6.7

Friday, March 11, 2011

Interlude

Hatta : Cepatnya!
Olife : Apanya yang cepat?
Hatta : Ini semua, keluarnya, kok bisa ya secepat ini? Menurutmu?
Olife : Because we’re loving each other.
Hatta : Yeaah, and i love u more dear.
Olife : More? Waw! So, gimme more, Ok?
Hatta : Hha! For sure dear.
Intro singing dancing laughing holding! Yay!

Thursday, March 10, 2011

Surat ketiga

Yogya, 10 Maret 2011

Maaf tidak di delapan. Kutarik selimutku, demam ternyata. Bagaimana di sembilan? Aku harap kamu ada dengan tatapan yang membuatku tangguh!Setelah surat kedua, hujan, malam terlama, laki-laki bertato yang berkali-kali membuat kesalahan, dan sedikit gejala radang. TUNGGU!

Wednesday, March 9, 2011

Tanda Pertama

“Aku tidak harus menikah untuk punya anak.”
“Haaaaah...?” Aku hanya tertegun sedikit bingung sedikit kaget sedikit takut.
“Iya kan? Hha! Kenapa kamu? Mukamu itu loh.” Run melirikku dengan nakal, dasar ganjen.
Sekejap aku berpikir jangan-jangan dia bermaksud untuk memiliki anak dariku tanpa ikatan pernikahan, waw! Tidak bisa disangkal aku adalah bibit unggul, tapi ah tidak jika nantinya aku harus ikut membiayai segala tetek bengek itu.
Baik, pernyataan dia sepertinya sebuah jebakan. Sungguh retorik... Senyum sajalah! Sialan, wanita ini membuatku ingin membuat anak dengannya! Hampirilah aku ekstase!Nanti.. Nanti..
“Hai! Apa maksud cengiranmu barusan?” badannya mendekat kepadaku, aroma dan lekuk tubuhnya semakin jelas! Ah untung ini kampus. Thanks God! Aku belum siap menjadi ayah!

Tuesday, March 8, 2011

Payung si Hujan



Hujan itu bukan janji bukan wakilmu juga
Aromanya tidak sama dan tidak dibuat-buat
Bebas dan tidak merasa bersalah menjadinya
Harusnya seperti itu

Tidak, jangan bilang kalau hujan hanya lewat
Sibuk tapi tidak sombong seperti kamu
Mereka mendengar dengan baik dan tangkas
Tidak seperti kamu

Lahar dingin, banjir, sinyal putus dan mati lampu
Itu bukan hujan
Hujan tersenyum lega menuntaskan kewajibannya
Dibalik payung megah dalam derasnya hari itu






Sunday, March 6, 2011

No Excused

Ah.. akhirnya dia masuk ke koper yang ada di mesin perekam memori itu.
Akhirnya? Ah...?
Apa yang ingin kamu utarakan? Akhir untuk sebuah kelegaan atau akhir yang ah... yang terlihat nampak cemas? Kesal? Kecewa? Sedih? Pusing?
Yaaaaaaah....
Apa ya?
Hmm...
Dimana kuncinya? Apa sandinya? Bolehkan kuncinya masuk ke dalam koper? Lantas bagaimana menutupnya?
Baiklah, gunakan saja sandi, tapi sandi itu kan diingat oleh si perekam? Ya! lama-lama si perekam juga aus dan lupa! Tapi bisa saja diam-diam usil ingin membukanya? Ah! Bagaimana?
Hmm...
Sudahlah, COBA DULU!

Saturday, March 5, 2011

"hanya"

jalanan ternyata tak ada yang aman, mendekam di dalam tanah, diam dan diam.
30 menit yang tersisa kusempatkan untuk bersama mereka yang kusebut teman.
dan keesokannya mereka meneriaki 30 menit yang seakan 30 hari.
bagaimana dengan zoon politicon?
apakah hanya berlaku untuk keluarga?
"hanya"
24 12 aku berada disana 12 lainnya terpecah menjadi beberapa bagian
"hanya"
aah tak ada yang aman